Sabtu, 14 Maret 2015

Kemiskinan yang meningkat




Serang Intermedia books store, Seorang Ibu yang bernama Tinah, usia 57 tahun terpaksa melakukan pekerjan ini karena hambatan ekonomi. Pekerjaan ini sudah ia lakukan kurang lebih dua tahun. Karena ia hidup sebatangkara, ditingal seorang suami dan anak-anaknya. Tempat beroprasinya di sekitar  terminal pakupatan sampai intermedia, dar ipukul 08.00- 20.00 dengan hasil perhari sekitar Rp 20.000,00- 50.000,00 ujarnya.
Karena factor ekonomidankurangnyalapangankerjasebagian orang bekerja dengan jalan pintas yaitu mengemis, mengamen, yang menghambatdanmenggangusebagian pengguna jalan ujar Hikmah.
Namun menurut pengakuan staf Dinas Pendidikan Ziki Nasrullah mengatakan bahwa pemerintah sendiri mengadakan berbagai program  keahlian atau skill bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan mempunyai bakat di berbagai bidang sehingga ia bisa bekerja, seperti mengadakan pelatihan menjahit, tataboga, tatarias, bidang otomotifdan lain sebagainya.           

Jumat, 13 Maret 2015

Berita2



Description: D:\My Photos\IMG_20150313_164150.jpg  JALAN RUSAK MENGHAMBAT PARA  PENGGUNA JALAN
            Jum'at 13 Maret di desa Cipocok Jaya serang Banten, banyak sekali jalan yang berlubang dan rusak .  Menurut para penguna jalan (tukang ojek) yang bernama Salim mengatakan  merasa tidak aman dan nyaman dengan jalan yang ia lalui pasalnya  dapat menyebabkan kecelakaan karena  jalan ini merupakan jalan utama dan ramai berlalu lalang. Begitu pula dengan warga sekitar namun belum ada tindakan khusus  untuk perbaikanya, kemungkinan anggaran dana belum cair.
Menurut Bapak Mulyadi selaku Staf di Bina Marga yang berhubungan dengan pembetulan jalan. Pihaknya akan melakukan perbaikan namun harus memerlukan waktu ujarnya.


Description: D:\My Photos\IMG_20150313_164150.jpg  JALAN RUSAK MENGHAMBAT PARA  PENGGUNA JALAN
            Jum'at 13 Maret di desa Cipocok Jaya serang Banten, banyak sekali jalan yang berlubang dan rusak .  Menurut para penguna jalan (tukang ojek) yang bernama Salim mengatakan  merasa tidak aman dan nyaman dengan jalan yang ia lalui pasalnya  dapat menyebabkan kecelakaan karena  jalan ini merupakan jalan utama dan ramai berlalu lalang. Begitu pula dengan warga sekitar namun belum ada tindakan khusus  untuk perbaikanya, kemungkinan anggaran dana belum cair.
Menurut Bapak Mulyadi selaku Staf di Bina Marga yang berhubungan dengan pembetulan jalan. Pihaknya akan melakukan perbaikan namun harus memerlukan waktu ujarnya.

Berita



TINGKAT KEMISKINAN  YANG MENINGKAT

Serang Intermedia books store, Seorang  Ibu yang bernama Tinah, usia 57 tahun terpaksa melakukan pekerjan ini karena hambatan  ekonomi. Pekerjaan ini sudah ia lakukan kuranglebih dua tahun. Karena ia hidup sebatangkara, ditingal seorang suami dan anak-anaknya. Tempat beroprasinya di sekitar  terminal pakupatan sampai  intermedia, dari pukul 08.00- 20.00 dengan hasil perhari sekitar Rp 20.000,00- 50.000,00 ujarnya.
Karena factor ekonomi dan kurangnya lapangan kerja  sebagian orang bekerja dengan jalan  pintas yaitu mengemis, mengamen, yang menghambat  dan menggangu  sebagian pengguna jalan ujar Hikmah.
           Namun  menurut pengakuan staf Dinas Pendidikan Ziki Nasrullah mengatakan bahwa pemerintah sendiri mengadakan berbagai program  keahlian atau skill bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan mempunyai bakat di berbagai bidang sehingga ia bisa bekerja, seperti mengadakan  pelatihan menjahit, tataboga, tata rias, bidang otomotif dan lain sebagainya.         

Senin, 09 Maret 2015


My Profil
  Namaku Runanti aku berasal dari keluarga yang tidak kaya maupun miskin. Aku  dilahirkan di Kota Udang yaitu Cirebon pada 15 Mei 1991, aku adalah anak ke-10 dari 10 bersaudara, kakak perempuan dua dan laki-laki 7, namun kakakku meninggal ketika balita entah apa penyebabnya. Ayahku meninggalkanku di saat usiaku menginjak 12tahun, ibuku hanya seorang ibu rumah tangga.
Riwayat pendidikan pertama  aku mengenyam pendidikan  di SDN Dompyongkulon Babakan Cirebon selama 6 tahun, dilanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu MTsN Babakan Cirebon selama tiga tahun, dan tingkat menengah  atas  di MA al-Islam Serang Banten selama empat tahun. Dan akhirnya aku bisa menduduki bangku kuliah di IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten jurusan IAT( ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ).
 Alhamdulilah semuanya ku lewati dengan tidak mudah, banyak perjuangan baik itu materi dan nonmateri. Pendidikan yang aku jalani ini tidak semudah yang dipikirkan banyak halangan untuk bisa menimba ilmu di pendidikan yang formal ini. Dengan keterbatasan  biaya ibu dan keluargaku hanya bisa menyekolahkanku sampai Madrasah Tsanawiyah. Akhirnya aku terhenti namun tekad dan pikiranku aku harus sekolah, sekolah dan sekolah entah bagaimana caranya. Aku bekerja  di Depok selama kurang lebih 3 tahun.singkat cerita  Dengan izin dan pertolongan Allah Do’a yang ku panjatkan setiap  malam tidak sia-sia. Pertolongan Allah datangkepadaku dengan mengirimkan seseorang bak malaikat, ia memberi tantangan kepadaku jika aku tidak bisa melewati semua keinginannya aku akan terhenti kembali.
Sebut saja beliau, ia beliau yang memberikan motivasi dengan keterbatasan biaya. Biaya  bukanlah suatu hambatan dalam menuntut ilmu jika ada kemauan dan kesungguhan pasti ada jalan. Jangan pernah putus asa dan malas inilah penyakit terbesar manusia yaitu malas. Tak apalah aku termasuk orang yang terlambat merasakan bangku pendidikan dengan keterbatasan-keterbatasan tertentu. Tapi aku tak peduli entah orang berkata apa pada diriku yang terpenting adalah menuntut ilmu, karena ini adalah kewajiban bagi seorang muslim. Menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat. Better late then never and never old in learn.  Ini yang membuatku bisa bertahan.
Aku juga mengikuti pendidikan non formal yaitu menjahit dan memasak di Tangerang. Sebelumnya juga aku pernah masuk Pondok Tahfidz di Bandung, inilah impian dan cita-citaku ingin menjadi Hafidzah, sampai semua akun sosmed baik itu fb, tweeter, instagram, email dan lain sebagainya bernama Hafidzah. Aku  senang sekali menghafal Qur’an dan  berazzam ingin menyelesaikan Hafalan itu di Bandung namun beliau tidak mengizinkanku aku harus pulang dan harus belajar di institute Agama Islam Negri tapi itu semua tidak membuatku patah semangat aku tetap berusaha menggapai impianku  dan mengikuti organisasi yang berbasis Qur’an yaitu UPTQ di bidang Tahfidz. Khoirukum man ta’allamal qur’an waa’lllamahu. Aku ingin memberikan satu pakaian, jubbah, atau mahkota untuk orangtuaku kelak( al-Hadist).
Itulah sedikit profilku semoga bisa menjaga ukhuwah islamiyah, semoga bisa bermanfaat.